SPK tugas perseorangan


TUGAS PERORANGAN

Menyelesaikan masalah dengan metode pemrograman linier dan merealisasikannya dgn Microsoft Excel.
Pelaksanaan :
Merupakan tugas perorangan, dikerjakan secara mandiri, tidak diperbolehkan sama 100% satu sama lain.


maaf ga bisa nampilin di blog pdf soalnya.


Hasil dalam bentuk satu berkas pdf, diunggah di blog masing-masing, dan ditautkan ke student site di folder TUGAS dengan nama file “SPK_NPM_Nama” selambat – lambatnya Senin, 18 Nopember 2012, pk 23.59 WIB.
SOAL :
Pada suatu kantor instansi membutuhkan pegawai yang terdiri dari tamatan SMP dan SMU sesuai kebutuhan organisasi tsb. Telah ditentukan bahwa untuk tenaga khusus tidak boleh melebihi 60 orang sedangkan untuk tenaga umum tidak boleh melebihi 90 orang. Untuk tenaga khusus dan umum diambil dari lulusan SMP dan SMU.
Demikian juga untuk tenaga SMP diperhitungkan 60% yang khusus sedangkan untuk tenaga SMU diperhitungkan 75% yang umum.
Pertanyaan 
formulasikan model persoalan ini dalam bentuk pemrograman linier apabila dikehendaki jumlah tenaga maksimum 3X jumlah tenaga SMU dan 2X jumlah tenaga SMP
Perhitungkan besarnya tenaga-tenaga SMP dan SMU.

 

SURAT

Arti Surat

 Surat adalah alat komunikasi yang dibuat secara tertulis untuk menyampaikanberita/informasi dari seseorang/lembaga/instansi kepada seseorang/lembaga/instansi denganmengikuti aturan dan bentuk tertentu.


Fungsi Surat :


a. Duta penulis/organisasi, untuk berhadapan dengan teman bicara sehingga isi surat menggambarkan citra penulis.

b. Dokumen tertulis, yaitu untuk bukti nyata hitam di atas putih.

c. Pedoman kerja, untuk membuat keputusan/kebijakan berikutnya.

d. Alat pengingat, yaitu dapat diarsipkan dan dilihat jika diperlukan.

e. Bukti historis/sejarah, yaitu menggambarkan perkembangan sebuah instansi/lembaga.

f. Untuk penyampaian penulis kepada yang tertuju.

Jenis - Jenis Surat :

A. Surat Prbadi

Yaitu surat yang dikirimkan seseorang kepada orang lain atau suatu organisasi/instansi.surat pribadi adalah surat yang dibuat oleh seseorang yang isinya menyangkut kepentingan pribadi.

contohnya : 
a. Surat keluarga. 
b. Surat Cinta.
c. Surat perijinan.

contoh suratnya :

Hai XXXXX, senyumanmu mencerahkan hatiku, keindahanmu membawa angin segar kepadaku maukah kamu menjadi pacarku :* .

B. Surat Resmi

Adalah surat yang disampaikan oleh suatu instansi/lembaga kepada seseorang atau lembaga/instansi lainnya.

contohnya : 



a. Surat dinas pemerintah, yaitu surat resmi yang digunakan instansi pemerintah untuk kepentingan adminiustrasi pemerintahan.
b. Surta niaga, yaitu surat resmi yang dipergunakan oleh perusahaan atau badan usaha.
c. Surta sosial, yaitu surat resmi yanng dipergunakan oleh organisasi kemasyarakatan yangbersifat nirlaba ( nonprofit).

contoh suratnya :

PANITIA PERINGATAN KERJA BAKTI MINGGUAN
PERUMAHAN CICURUG


SENIN, 25 JULI 2012
Nomor : Istimewa
Perihal : Undangan Persiapan Lomba 17 Agustus.


Kepada Yth:
Bapak Moh. Widodo
di JAKARTA 

Assallamuallaikum Wr.Wb
Dengan Hormat,
Semoga Bapak dalam selalu keadaan sehat wal-afiat. Dalam rangka Semangat Memperingati Kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang Insya Allah akan diselenggarakan pada:

HARI : MINGGU
TANGGAL : 28 JULI 2012
JAM : 09.00 WIB s/d SELESAI.
TEMPAT : KOMPLEK UPN RT 03/03

Kami mengharapkan kesediaan Bapak untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan persiapan peringatan kemerdekaan Indonesia. Demikian undangan ini kami buat dengan harapan semoga bapak berkenan memenuhinya. Atas kesediaan Bapak semoga do’a kami akan kesehatan dan kesejahteraan Bapak dikabulkan Allah SWT. Terima kasih. 

Mengetahui:

Ketua Panitia
PAIJO


C. MEMO

Alat komunikasi bertulis di dalam jabatan sendiri untuk berhubung secara resmi.

contohnya :

a. Surat pemberitahuan.
b. Surat keputusan.
c. Surat perintah.
d. Surat permintaan.
e. Surat panggilan.
f. Surat peringatan.
g. Suirat perjanjian.
h. Surat laporan.
i. Surat pengantar.
j. Surat penawaran.
k. Surat pemesanan.
l. Surat undangan.

contoh suratnya :

MEMO

Dari     : Direktur utama
Untuk   : Kepala Bagian Keuangan
Hal       : Laporan pengeluaran dan pemasukan pada bulan september 2011


Jakarta,23 Mei 2012


(Riky Konfen)









 

Laporan


I. LAPORAN 


1.Pengertian Laporan.


Pengertian Laporan menurut The Oxford English Dictionary dalam kusumah,dkk (2002: 2.3) adalah :


a).Cerita yg dibawakan oleh seseorang kedapa orang lain yg diteliti secara khusus.


b).Pernyataan formal hasil penelitian, tentang sesuatu hal yang memerlukan informasi yang pasti, dibuat oleh seseorang atau sebuah lembaga atau harus melakukannya.


Siswanto (1982 : 62) memberikan batasan tentang laporan(report) yaitu sebagai informasi tertulis yang dimaksudkan sebagai pertanggung jawaban atas sesuatu penugasan. Laporang juga dapat dikatakan sebagai Sesuatu macam dokumen yang disampaikan atau menyampaikan informasi mengenai sebuah masalah yang telah atau tengah diselidiki, dalam bentuk fakta-fakta yang diarahkan kepada pemikiran atau tindakan yang akan diambil(Keraf, 1993 : 284).


dari beberapa pendapat dapat disimpulkan Laporan merupakan bentuk penyampaian berita, keterangan, pemberitahuan ataupun pertanggungjawaban baik secara lisan maupun secara tertulis dari dokumen maupun fakta-fakta yang dimanfaatkan dari bawahan kepada atasan sesuai dengan hubungan wewenang (authority) dan tanggung jawab (responsibility) yang ada antara mereka.


Salah satu cara pelaksanaan komunikasi dari pihak yang satu kepada pihak yang lainnya.
Laporan merupakan salah satu alat untuk menyampaikan informasi baik formal maupun nonformal.
Penyampaian informasi dari petugas/ pejabat tertentu kepada petugas / pejabat tertentu dalam suatu system administrasi.


Laporan mempunyai peranan yang penting pada suatu organisasi karena dalam suatu organisasi dimana hubungan antara atasan dan bawahan merupakan bagian dari keberhasilan organisasi tersebut. Dengan adanya hubungan antara perseorangan dalam suatu organisasi baik yang berupa hubungan antara atasan dan bawahan, ataupun antara sesama karyawan yang terjalin baik maka akan bisa mewujudkan suatu sistem delegation of authority dan pertanggungjawaban akan terlaksana secara effektif dan efisien. Kerja sama diantara atasan bawahan bisa dilakukan, dibina melalui komunikasi baik komunikasi yang berbentuk lisan maupun tulisan (laporan). Agar laporan tersebut bisa efektif mempunyai syarat-syarat yang perlu dipenuhi demi terbentuknya laporan yang baik maka seseorang perlu mengetahui secara baik bagaimana pembuatan format laporan yang sempurna. Sehingga dengan laporan yang terformat bagus akan bisa bermanfaat baik dalam komunikasi maupun dalam mencapai tujuan organisasi.



2 Dasar – dasar Laporan


a. Clear
Kejelasan suatu laporan diperlukan baik kejelasan dalam pemakaian bahasa, istilah, maupun kata-kata harus yang mudah dicerna, dipahami dan dimengerti bagi si pembaca.


b. Mengenai sasaran permasalahannya
Caranya dengan jalan menghindarkan pemakaian kata-kata yang membingungkan atau tidak muluk-muluk, demikian juga hal dalam penyusunan kata-kata maupun kalimat harus jelasm singkat jangan sampai melantur kemana-mana dan bertele-tele yang membuat si pembaca laporan semakin bingung dan tidak mengerti.


c. Lengkap (complete)
Kelengkapan tersebut menyangkut :
#. Permasalahan yang dibahas harus sudah terselesaikan semua sehingga tidak menimbulkan tanda tanya
#. Pembahasan urutan permasalahan harus sesuai dengan prioritas penting tidaknya permasalahan diselesaikan


d. Tepat waktu dan cermat
Tepat waktu sangat diperlukan dalam penyampaian laporan kepada pihak-pihak yang membutuhkan karena pihak yang membutuhkan laporan untuk menghadapi masalah-masalah yang bersifat mendadak membutuhkan pembuatan laporan yang bisa diusahakan secepat-cepatnya dibuat dan disampaikan.


e. Tetap (consistent)
Laporan yang didukung data-data yang bersifat tetap dalam arti selalu akurat dan tidak berubah-ubah sesuai dengan perubahan waktu dan keadaan akan membuat suatu laporan lebih dapat dipercaya dan diterima.


f. Objective dan Factual
Pembuatan laporan harus berdasarkan fakta-fakta yang bisa dibuktikan kebenarannya maupun dibuat secara obyektif.


g. Harus ada proses timbal balik
a. Laporan yang baik harus bisa dipahami dan dimengerti sehingga menimbulkan gairah dan minat si pembaca.
b. Jika si pembaca memberikan respon berarti menunjukkan adanya proses timbal balik yang bisa memanfaatkan secara pemberi laporan maupun si pembaca laporan.


3.Sistematika laporan


Laporan dapat berbentuk naskah atau buku karena berisi hal-hal yang terperinci berkaitan dengan data-data yang akurat dan lengkap.

Laporan ilmiah atau laporan formal terdiri atas:
1.bagian awal, terdiri atas : 
a.halaman judul: judul, maksud, tujuan penulisan, identitas penuli, intansi asal, kota penyusunan,dan tahun.
b. halaman pengesahan (jika perlu)
c. halaman motto/semboyan(jika perlu)
d. halaman persembahan (jika perlu)
e. prakata
f.daftar isi
g.daftar table
h. daftar grafik
i. daftar gambar  
j.abstrak: uraian singkat tentang isi laporan

2. bagian isi
a.bab I pendahuluan berisi tentang(1) latar belakang(2)identitas masalah(3) pembatasan masalah(4)rumusan masalah(5) tujuan dan manfaat
b. bab II: kajian pustaka
c. Bab III:metode
d. bab IV:pembahasan
e. bab V: penutup

3. bagian akhir 
a. daftar pustaka
b.daftar lampiran
c. indeks : daftar istilah

4. Contoh Laporan Resmi :


Untuk :
Tanggal release/ditayangkan :
Subject :
---------------------------------------------------------------------
Jabaran singkat tentang hal yang ingin ditayangkan/didiseminasikan
Untuk info lebih lanjut, hubungi :
………….


FORMAT PENILAIAN LAPORAN
Penilai :                                                Waktu Pelaksanaan :
Yang dinilai :                                       Skor :
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Petunjuk Pengisian :
1. Berilah tanda ceklist (√) pada salah satu kolom (“ada” atau “tidak”) sesuai dengan laporan yang sedang dinilai.
2. Penilaian yang bersifat kualitatif ataupun tidak ada dalam penilaian kuantitatif, dituliskan secara jelas dalam kotak “Penilaian/komentar tambahan”
3. Sistem penskoran yang digunakan adalah dikotomi biner, ada mendapat skor “1” dan tidak mendapat skor “0”
4. Nilai kuantitatif didapat dari jumlah skor yang didapat dibagi total skor semestinya, kemudian dikalikan 100



Sumber : 



 

Karya Tulis Ilmiah



Adalah Sebuah Karya Tulis untuk mahasiswa tingkat 3 semester 6 di gundarama. Memiliki Bobot SKS 2 dan di wajibkan guna mengambil gelar DIII/ atau setara dengan Sarjana Muda.


BAB I PENDAHULUAN

Di bab pendahuluan, Peneliti/ Penulis harus dapat secara fokus menuliskan masalah-masalah yang terjadi di tempat penelitiannya. setiap pembaca sudah dapat mengetahui apa sebenarnya yang akan dilakukan/ditulis oleh peneliti dalam penelitiannya.

Latar Belakang Masalah

Di latar belakang masalah dijelaskan, apa saja kendala yang dihadapi oleh sebuah sistem atau jika ingin membuat aplikasi kenapa aplikasi ini diperlukan. dan masalah-masalah yang dihadapi oleh si penulis dengan sistem serta pengaplikasiannya.

 Batasan Masalah

Terdiri dari batasan masalah yang di kemukakan penulis.Jadi tidak semua bisa terlingkupi penulis hanya akan membatasi masalah untuk mempermudah penulisan ilmiah. Karena masalah dapat kompleks dan rumit serta menyebarluas maka penulis diharuskan membuat batasan masalah yang akan di tulis penulis

 Rumusan Masalah

Dari batasan masalah yang telah dipilih, dirumuskan masalah tersebut dengan kalimat tanya. Dengan kalimat tanya tersebut, diharapkan para pembaca lebih tahu ke arah mana PI ini dibuat.

Tujuan Penelitian

Tentu saja, tujuan penelitian ini adalah untuk memecahkan masalah (yang telah dibatasi) di atas. Namun demikian, tujuan-tujuan lainnya (efek positif dari perancangan sistem) boleh saja ditulis. serta pengharapan-pengharapan penulis kedepannya setelah PI selesai.

 Metodologi Penelitian

Metodologi penelitian berisi mengenai bagaimana cara kita melakukan penelitian. Misalkan, penelitian ini dilakukan melalui studi lapangan yaitu dengan cara pengamatan, wawancara, penyebaran kuisioner, dan sebagainya.
Penelitian juga dilakukan dengan membaca buku-buku teori ,blog,dan website yang menyerupai kasus yang akan dibahas.

 Sistematika Penulisan

Di sini dijelaskan mengenai pembabakan penulisan, Bab 1 mengenai apa, Bab 2 mengenai apa, dan seterusnya. Pembabakan ini dibuat selogis (terurut) mungkin.


BAB II  KAJIAN PUSTAKA

Di bab ini diungkapkan teori-teori yang digunakan Penulis untuk memcahkan masalah. Selain teori, bisa juga dimasukkan alat-alat (tools) perancangan sistem, namun demikian tools tersebut hanya digunakan sebagai pelengkap saja, teori utamanya harus dikedepankan. di gunakan ERD dan EER bila perlu

BAB III ANALISIS dan PEMBAHASAN

Di bab ini dijelaskan secara runut (logis) mengenai langkah-langkah pemecahan masalah yang dilakukan. Bisa dimulai dengan menganalisis permasalahan (di sub-bab batasan masalah), kenapa masalah itu bisa terjadi, apa saja kendalanya, dan apa langkah penyelesaiannya. Selanjutnya dilakukan proses atau prosedur atau langkah-langkah penyelesaian dari sub-bab rumusan masalah. serta terdiri dari logika-logika pemprograman jika yang dibuat adalah program.



BAB IV PENUTUP

Pada bab penutup ini, isinya adalah kesimpulan dan saran. Kesimpulan adalah jawaban mengenai “apakah pembahasan yang telah dilakukan dapat memecahkan masalah ?.” Jawaban harus jujur (sesuai dengan norma-norma keilmiahan). Saran berisi mengenai hal-hal yang dapat dikembangkan dari PI yang sudah diselesaikannya ini.


LAMPIRAN

Lampiran berisi berkas-berkas yang merupakan pendukung penelitian dan penulisan, misalkan dapat berupa source code dan listing-listing serta dapat juga di sertakan tampilan-tampilan aplikasi yang dibuat.

PENGALAMAN KESALAHAN

Berikut akan dijelaskan mengenai kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan mahasiswa berdasarkan pengalaman kami dalam membimbing dan menguji TI selama ini.

 Menggunakan kata ganti orang

Masih banyak yang menulis TI seperti menulis buku (dalam hal ini, Penulis mengajak pembaca berpikir atau belajar kepadanya), misalkan pada kalimat-kalimat :
(a)    Seperti sudah kita ketahui bersama ...........(ada kata “kita”)
(b)    Dalam hal ini, Penulis meyakini bahwa ..... (ada kata “Penulis”)
(c)    Bisa Anda lihat di sini ................................ (ada kata “Anda”)

Jadi, jangan gunakan kata ganti orang. Untuk mencegah itu, gunakanlah kalimat pasif, misalkan pada (c) Bisa dilihat di sini ...., dan sebagainya.

 Menggunakan kata perintah

Jangan menggunakan kata atau kalimat perintah di TI yang menjadikan seakan para pembaca adalah ’murid’-nya. Misalkan pada kalimat :

(a)    Lihatlah, bahwa berdasarkan .......(ada kata perintah “Lihatlah”)
(b)    Untuk itu, klik-lah mouse sebanyak dua kali ....(ada kata “klik-lah)

Kembali, gunakan kalimat pasif, misalkan “Dilihat, bahwa berdasarkan...” agar semua penulisan ini dilakukan sendiri oleh si penulis PI.

 Penggunakan suku kata  “di”

Masih banyak yang tidak mengerti kapan suku kata “di” harus dijadikan penunjuk tempat, atau menjadi kata depan, sehingga banyak yang menulis :

(a) Pernyataan diatas sudah tepat ....... (“di” yang digabung dengan kata)
(b) Karenanya, harus di lakukan ...........(”di” yang dipisah dengan kata)

yang seharusnya ditulis : (a) di atas, dan (b) dilakukan.

“Di” dipisah dengan kata berikutnya bila ia menunjukkan tempat, misalkan di Jakarta, di samping, di sini, dan semacamnya.

 Menerangkan kehebatan perkembangan komputer di Latar Belakang Masalah

Sewaktu kita menuliskan masalah di latar belakang masalah, jangan kita bicarakan segala sesuatu yang berhubungan dengan pemecahan masalah atau yang tidak ada kaitan langsung dengan masalah. Jadi, cerita mengenai perkembangan komputer yang demikian pesat, dan semacamnya tidak perlu kita tuliskan, karena perkembangan komputer tersebut bukan menjadi masalah kita.

 Kesimpulan yang sama dengan yang ada di Latar Belakang Masalah

Banyak yang menulis segala sesuatu di kesimpulam ternyata hanya mengulang tulisan yang pernah ada di latar belakang masalah atau di bagian lain. Padahal, kesimpulan adalah segala sesuatu yang baru kita dapatkan setelah penelitian kita lakukan.
Ibarat menonton sebuah film, maka kesimpulan terhadap sebuah film adalah film tersebut bagus, biasa-biasa saja, atau tidak bagus. Begitu juga dengan PI, di kesimpulan adalah penjelasan mengenai bagus (sesuai dengan yang diharapkan untuk menyelesaikan masalah), biasa-biasa saja (tidak semuanya sesuai dengan yang diharapkan), atau tidak bagus (sama sekali tidak membantu memecahkan masalah).

Software yang ‘dikupas habis di Kajian Pustaka’

Software (contoh, Visual BASIC), bukanlah teori. Jadi seharusnya, software tidak perlu dimasukkan di manapun, baik itu di judul penulisan, maupun di dalam teori. Terlebih lagi, software tersebut didapatkan dari membajak (melanggar HAKI), Jika bukan software bajakan, maka perlu dicantumkan lisensi yang didapat di dalam lampiran.
Jika memang untuk menunjang penulisan, software tersebut harus dicantumkan (dan berlisensi) maka jjelaskan secara singkat saja (sekitar 1 alinea) mengenai manfaat software tersebut bagi penelitian. Jadi jangan dikupas habis mulai dari sejarah hingga icons yang disediakannya.
 

Kerangka-kerangka Penulisan di perguruan tinggi (Penulisan Ilmiah)



Kerangka-kerangkanya


COVER :

FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS GUNADARMA




 PENULISAN ILMIAH

    APLIKASI RUMUS GRAMMAR ENGLISH UNTUK SEMUA KALANGAN
    Nama       : Riky Konfen
    NPM        : 15109048
    Jurusan        : Sistem Informasi
    Pembimbing : M. Akbar Marwan


Diajukan Untuk Melengkapi Syarat
Mencapai jenjang DIII/Setara Sarjana Muda

UNIVERSITAS GUNADARMA
2012

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

DAFTAR ISI..............................................................................................i

LEMBAR PENGESAHAN..........................................................................iii

KATA PENGANTAR..................................................................................vi

BAB I PENDAHULUAN.............................................................................1
Latar Belakang.............................................................................................1
Tujuan.........................................................................................................2
Metode Penulisan..........................................................................................3

BAB II PEMBAHASAN................................................................................5

BAB III PENUTUP.......................................................................................21
Kata Penutup................................................................................................21
Lampiran......................................................................................................22
Kesimpulan...................................................................................................35
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Lembar Pengesahan
(terdiri dari nama penulis dan sumpah atas apa yang dia buat dengan sendiri ataupun tidak plagiat, surat pengesahan dari dosen pembimbing PI, dosen Penguji sidang, dan Ketua Jurusan Fakultasnya).
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kata Pengantar

Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan penulisan ilmiah ini. Tidak lupa saya ucapkan kepada dosen pembimbing dan teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan penulisan ilmiah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu penulis angat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan semoga sengan selesainya penulisan ilmiah ini dapat bermanfaat bagi masa depan dan teman-teman.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

BAB I
PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang Masalah

           Dengan semakin besar dan marak sistem operasi platform android sekarang ini, penulis mencoba memberikan perhatian untuk lebih dapat memahami dan memaksimalkan kemajuan platform android ini.(dan seterusnya sampai ke pokok permasalahan)

1.2    Batasan Masalah
      Batasan masalah dari penulisan ini adalah aplikasi rumus ini akan menampilkan rumus-rumus grammar dasar, yang sering kita gunakan dalam percakapan serta mengerjakan soal-soal Grammer English.(dibentuk untuk membatasi masalah yang dihadapi untuk penulisan)

1.3    Tujuan Penulisan
       Tujuan dari penulisan ini adalah untuk membuat aplikasi rumus grammar(terdiri dari tujuan dari penulis yang ada di penulisan ilmiah ini)

1.4    Metode Penelitian
       (Terdiri dari metode-metode penelitian yang dilakukan penulis untuk menyelesaikan penulisan ilmiahnya)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
BAB II
PEMBAHASAN
Maraknya penggunaan smartphone android dapat memajukan teknologi serta mewabah pada profesionalisme. Penulis ingin membuat aplikasi berbasis android (menceritakan sejarah dan pembuatan aplikasi serta keggunaan aplikasi yang digunakan)

BAB III
PROGRAM

(Mulai menjelaskan pembuatan program dari tampilan, listing program, dan logika dari masing-masing tampilan listing program.)


BAB IV
PENUTUP
(terdiri dari Lampiran, Daftar Pustaka, serta kalimat penutup dari penulis)

Lampiran
(terdiri dari Lampiran listing-listing program dan lampiran gambar-gambar program aplikasi yang di bentuk)

Daftar Pustaka
(terdiri dari sumber-sumber pengetahuan yang dibuat di penulisan ilmiah)

Kesimpulan
(penulis memberikan kesimpulan dari apa yang dia buat)

Penutup
(penulis memberikan kata-kata penutup)

 

Penalaran, Deduktif, Induktif


PENALARAN (reasoning)

Penalaran adalah bentuk tertinggi dari pemikiran, dan sebab itu lebih rumit dibanding pengertian dan proposisi.
Contoh penalaran:
Logam 1 akan memuai jika dipanaskan
Logam 2 akan memuai jika dipanaskan
Logam 3 akan memuai jika dipanaskan
Logam 4 akan memuai jika dipanaskan
Logam 5 akan memuai jika dipanaskan
Jadi : Semua Logam akan memuai jika dipanaskan.

  1. Konklusi dan premis
Penalaran ialah gerak pikiran dari proposisi1 dan seterusnya, hingga proposisi terakhir jadi penalaran merupakan suatu proses pikiran. Sebuah penalaran terdiri atas : premis dan kesimpulan. Premis dibedakan menjadi premis mayor dan premis minor.

  1. Penalaran deduktif dan induktif
Penalaran biasanya dibedakan jadi dua macam, yakni penalaran induktif dan penalaran deduktif.

Pada penalaran deduktif, konklusi lebih sempit dari premis.

Contoh penalaran deduktif :
Semua ikan bisa berenang (premis mayor)
Hiu adalah jenis ikan air laut (premis minor)
Jadi : Hiu bisa berenang (konklusi)


Pada penalaran induktif, konklusi lebih luas dari premis.

Contoh penalaran induktif :
Logam 1 akan memuai jika dipanaskan (premis mayor)
Logam 2 akan memuai jika dipanaskan (premis minor)
Semua logam akan memuai jika dipanaskan (konklusi)

  1. Hukum-hukum penalaran
Dalam hukum penalaran perlu dipahami bahwa “yang benar” tidak sama dengan “yang logis”. Yang benar adalah suatu proposisi. Sebuah proposisi benar juika ada kesesuaian antara subjak dan predikat. Yang logis adalah penalaran. Suatu penalaran dinamakan logis kalau mempunyai bentuk yang tepat, dan sebab itu penalaran itu sahih.

Dirumuskan dalan hukum-hukum penalaran sebagai berikut:
Hukum pertama :
Apabila premis benar, konklusi benar
Contoh:

Semua manusia akan mati
Ali adalah manusia
Jadi : Ali akan mati

Di sini, premis mayor dan premis minor benar. Oleh sebab itu konkluskinya juga benar.

Hukum kedua:
Apabila konklusi salah, premisnya juga salah
Contoh:

Semua manusia akan mati
Malaikat adalah manusia
Jadi : Malaikat akam mati

Di sini konklusi salah, sebab itu premisnya (kedua-duanya atau salah satunya) juga pasti salah. Karna di premis minor malaikat memang bukan manusia.

Hukum ketiga:
Apabila premis salah, konklusi bisa benar bisa juga salah
Contoh:

Malaikat itu benda fisik
Batu itu malaikat
Jadi L batu itu benda fisik
Di sini, kedua premisnya salah, tetapi konklusinya benar. Kalau premisnya salah dan konklusi salah lihat di atas.

Hukum keempat:
Apabila konklusi benar, premis bisa benar bisa juga salah
Contoh : konklusi benar premis salah, lihat contoh diatas. Konklusi benar ,premis benar, lihat contoh pada hukum pertama.