Yang Didapat dari membaca Novel ?

Seusai saya membaca novel ini yang saya dapatkan adalah membuang-buang waktu, penuh imajinasi yang dipikirkan, lama dalam pengungkapan kata-kata yang baku, terjebak dalam cerita yang dibuat oleh penulis.

Disini kita akan terungkap sebagai orang ketiga serba tau, atau pemain utama, saya membaca novel karangan agnes jesicca yang berjudul Maharani.Cerita kurang lebih menceritakan perbedaan penjajahan Jepang dan Belanda.

Diceritakan bahwa tidak cuma orang pribumi saja namun Inlander dan keturunan ningrat juga diprilakukan tidak baik dan lebih parah, dalam novel ini mereka kaum keturunan juga disiksa fisik maupun mental.Dalam arti kata banyak Bar-bar gelap yang keturunan Belanda(Inlander) di pekerjakan sebagai wanita "penghibur".
Rani dalam cerita ini sebagai pemeran utama.
READMORE
 

Etika Fotografi Indonesia

Dapat dilihat dari forum-forum tetangga yang menampilkan DP atau yang disebut Distrubing Pitcure.
Saya merasa kurangnya protektif dari pemerintah Indonesia tentang hal ini, semestinya dibuat UU dalam menangani kasus DP ini.

Apa itu Distrubing Pitcure ? DP atau Distrubing Pitcure adalah foto yang menggambarkan mayat atau bagian-bagian tubuh yang hancur , terpotong dan keadaan rusak parah. DP ini sendiri harusnya diberikan pengamanan seperti halnya pornografi.

Yang Dikhawatirkan dari DP ini adalah jika anak dibawah umur melihatnya dan senang akan timbul rasa pembunuh berdarah dingin atau timbul penyakit psykopat atau membunuh unutk kesenangan.

Mungkin DP tidak dapat dihilangkan seperti halnya pornografi di Indonesia. Namun saya berharap DP ini perlu diproteksi oleh pemerintah Indonesia atau Badan Hukum lainnya.

Sumber:
Pengetahuan penulis
READMORE
 

Pernikahan Keraton Djogyakarta

Pernikahan Akbar Keraton Yogyakarta akan digelar pada 16-19 Oktober 2011. Sedangkan untuk upacara wisuda gelar calon pengantin akan dilaksanakan pada 3 Juli 2011 di bangsal Purworetno Keraton Ngayogyokarto Hadiningrat.

Keraton Yogyakarta saat ini sedang mempersiapkan para penari yang akan tampil pada perhelatan pernikahan puteri bungsu Sultan HB X yang juga finalis Miss Indonesia 2009, GRA Nurastuti Wijareni dengan M Ubaidillah.

Pernikahan akbar keraton Yogyakarta tersebut akan melibatkan delapan kereta kencana keraton, diantaranya Kereta Kyai Jong Wiyati yang nantinya akan membawa iringan kedua mempelai saat kirab menuju Bangsal Kepatihan.

Sedangkan untuk tariannya, tengah dipersiapkan Tarian Bedoyo Manten yang akan dibawakan enam perempuan dan Tari Lawung yang ditarikan 12 penari laki-laki dari keraton. Latihan dilakukan di keraton dan Ndalem Yudhonegaran.

Pada 23 Juli 2011, para penari tersebut akan di uji coba tampil di Taman Budaya Solo. Sedangkan dalam prosesi kirab nanti, selain kereta kencana ada pula kirab prajurit keraton, diantaranya Mantrjero dan Wirobrojo yang akan membawa bendera gula kelapa.
 
Jelang akad nikah, pasangan "royal wedding" Kesultanan Yogyakarta harus menjalani sejumlah tradisi. Hari ini calon menantu Sultan Hamengku Buwono X, Pangeran Haryo Yudanegara atau Achmad Ubaidillah, menjalani tradisi nyantri.

Dalam tradisi nyantri, Ubay (panggilan Ubaidillah) akan menjalankan tradisi mondok. Tujuannya adalah untuk mengadaptasi dengan lingkungan Keluarga Kraton dan rumah.

Dalam prosesi ini, Ubay pun dijemput oleh utusan dalem Kraton dengan kereta kuda. Calon mempelai pria itu menempuh perjalanan dengan kereta kuda dari Dalem Mangkubumen menuju Kesatrian Magangan Kraton.

Tiga Kereta Kuda menjemput mempelai pria yang didampingi oleh utusan Dalem Kraton, Kanjeng Raden Temenggung (KRT) Jatiningrat atau Romo Tirun, KRT Hadiningrat, KRT Pujaningrat dan KRT Yudo Hadiningrat.

Kota Yogyakarta sedang bersibuk diri menjelang pernikahan putri bungsu Sri Sultan Hamengku Buwono X, Raja Ngayogyakarta Hadiningrat. Si bungsu bernama GRAj Nurastuti Wijareni atau bergelar GKR Bendara dipersunting  Achmad Ubaidillah yang bergelar KPH Yudanegara.
Perbincangan seputar pernikahan itu bukan melulu kemegahannya, tetapi juga kejanggalan-kejanggalannya. Memang, kejanggalan itu tidak muncul di media, barangkali pakewuh dengan Sultan, tetapi jika mau mendengar obrolan para sesepuh di Jogja, maka tersembullah kejanggalan dimaksud.
Sebagai orang Bantul, tak urung saya mendengar obrolan para sesepuh itu. Setidaknya terdapat beberapa kejanggalan, di antaranya:
1. Pada 16 Oktober 2011 berlangsung prosesi Nyantri. Dalam prosesi ini diselipkan upacara  “plangkahan”. GKR Bendara yang bungsu ini musti mendahului kakak perempuan nomor empat (Sultan dan Ratu Hemas dikaruniai lima anak, semua putri) yang masih studi di luar negeri. Oleh karena itu harus ada upacara melangkahi atau plangkahan.
Kejanggalannya: Kata Mbah Dulrohim, yang sehari-hari nyepi di Parangtritis, dalam sejarah Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, tak boleh ada anggota kerajaan yang secara terbuka nikah terlebih dahulu dari yang lebih tua (kakak). Ini terkait soal martabat, dan Kraton sangat menjunjung tinggi martabat!
Permaklumannya, barangkali ini sudah zaman modern, jadi tak persoalan bila ada “yang muda” mendahului “yang tua” dalam pernikahan. Tetapi, ini kraton yang jadi pusat budaya adiluhung, apa iya harus kalah dengan modernisasi?
2. Pada 18 Oktober 2011, pukul 16.00 wib,  berlangsung prosesi kirab pengantin dari Kraton menuju Kepatihan.
Kejanggalannya: Biasanya kirab itu untuk anak sulung (putra mahkota) kraton. Wajar jika GKR Pembayun (putri sulung/putri mahkota) dikirab saat pernikahannya dulu. Namun untuk putri kedua dan putri ketiga, tak ada kirab saat mereka menikah. Tiba-tiba, putri bungsu ini kok dikirab? Ada apa ini?
Permaklumannya, barangkali budaya tinggi musti kompromi dengan budaya pop, sehingga tradisi kraton disisihkan saja. Maka, kirab pun dilangsungkan demi promosi wisata sekaligus menghibur rakyat Jogja yang berjejalan di sepanjang Malioboro.
Kejanggalan lain: Rute kirab dari Kraton-Kepatihan, kenapa bukan Mubeng Beteng? Semua tahu, rute ritual kraton itu ya Mubeng Beteng, bukan menelusuri Malioboro. Saat GKR Pembayun menikah, kirabnya juga Mubeng Beteng. Secara historis tradisi Mubeng Beteng berkembang sebelum Mataram-Hindu. Saat itu disebut muser atau munjer (memusat), berarti mengelilingi pusat. Dalam konteks ini mengelilingi pusat kerajaan. Sumber lain menyebutkan Mubeng Beteng justru berawal dari Kerajaan Mataram (Kotagede) saat merampungkan pembangunan benteng mengelilingi Kraton tepat satu Suro 1580. Prajurit  rutin mengelilingi (mubeng) benteng untuk menjaga Kraton. Dalam perkembangannya tugas ini dialihkan dari prajurit kepada abdi dalem, dan para abdi dalem itu bertugas dengan membisu sembari membaca doa-doa di dalam hati agar mereka diberi keselamatan.
Permaklumannya adalah melihat perkembangan situasi sekaligus konteks pariwisata. Nah, betul kan demi wisata? Kata panitia, kalau Mubeng Beteng diterapkan sekarang, itu menyita banyak waktu. Lagi pula ini bukan kirab tapi miyos dari Kraton ke Kepatihan. Tetapi, kenapa GKR Pembayun bisa Mubeng Beteng? Toh rute lebih panjang dan rakyat lebih punya tempat lebih leluasa. Ada rumor, karena ini si bungsu cukuplah rute dikasih saja Kraton-Kepatihan (Malioboro) yang lebih pendek dan nilai spiritualnya jauh di bawah Mubeng Beteng!
3. Pada 18 Oktober 2011, malam, berlangsung resepsi di Kepatihan.
Kejanggalannya: Lho kok di Kepatihan yang nota bene di luar kompleks kraton? Para sesepuh di Jogja berbisik-bisik, ketiga putri pertama resepsi di lingkungan kraton, kok yang ini malah di kepatihan (di luar kraton). Dalam sejarahnya kepatihan itu identik dengan pusat patih (namanya juga kepatihan ya?). O ya, kepatihan ini berada di Jl Malioboro yang sehari-hari jadi pusat kantor gubernur. Letaknya nyaris di ujung utara Malioboro.
Ada rumor, karena mempelai pria bukan darah biru, resepsi berlangsung di luar kraton saja!
Permaklumannya, pihak kraton konon mau menghidupkan kembali tradisi yang berlangsung pada era Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Saat itu resepsi pernikahan berlangsung di Kepatihan.
Itulah rumor yang beredar di kalangan sesepuh warga Jogja. Jelas tak muncul di media. Takut kuwalat sama Sultan! Tetapi, ada baiknya para ahli budaya Jawa maupun pihak Kraton mau membuka diri menjelaskan duduk persoalannya. Jangan sampai ada rumor di tengah pesta agung ini.
Apapun rumornya, ada baiknya datang saja ke Jogja untuk nonton pernikahan agung ini. Jangan kaget kalau susah dapat hotel atau penginapan. Siap-siap saja tidur di masjid, stasiun atau di mobil saja! Ini jadwal pernikahan itu:
16 Oktober : Prosesi Nyantri
17 Oktober : Siraman - Majang - Pasang Tarub
18 Oktober : Ijab - Panggih - Resepsi (NB: Kirab pukul 16.00)

sumbernya :
http://www.deeahzone.com
http://regional.kompasiana.com
http://regional.kompasiana.com
READMORE
 

KOMODO seven wonders? Kadal Air Malaysia Tak Masuk 7 Wonders ?

JAKARTA, KOMPAS.com - Kantor Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata menarik Taman Nasional Komodo sebagai finalis Tujuh Keajaiban Alam Baru atau New Seven Wonders of Nature. Indonesia mundur setelah diminta membayar 45 juta dollar AS atau sekitar Rp 383,8 miliar.
Keputusan menarik Taman Nasional Komodo dari New Seven Wonders of Nature diumumkan Kantor Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Senin (15/8). ”Setelah keputusan ini dibuat, Taman Nasional Komodo tidak lagi menjadi bagian dari kampanye Tujuh Keajaiban Alam Baru yang diadakan New 7 Wonders Foundation,” kata Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik.
Ia mengaku tertipu dengan program New 7 Wonders Foundation. Penarikan dilakukan setelah New 7 Wonders Foundation mengancam akan mengeluarkan Taman Nasional Komodo dari daftar 28 finalis karena Indonesia menolak menjadi tuan rumah penyelenggaraan deklarasi pemenang Tujuh Keajaiban Alam Baru.
Untuk menjadi tuan rumah, New 7 Wonders Foundation mengharuskan Indonesia membayar 10 juta dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 85,4 miliar sebagai lisensi. Kembudpar juga harus menyiapkan uang 35 juta dollar AS atau Rp 298,7 miliar untuk biaya penyelenggaraan acara di Indonesia.
”Kami belum menandatangani kontrak apa pun. Begitu melihat besarnya biaya yang dibutuhkan, kami akhirnya mundur,” kata Jero.
New 7 Wonders Foundation ini mengaku berkantor di Zurich dan Panama. Kembudpar lalu menunjuk pengacara Todung Mulya Lubis untuk mengatasi dampak hukum yang mungkin terjadi akibat penarikan diri itu.
Program Tujuh Keajaiban Alam Baru diadakan New 7 Wonders Foundation tahun 2008. Pemilihan dilakukan secara terbuka melalui mekanisme voting di situs www.New7Wonders.com. Keikutsertaan Indonesia dalam Tujuh Keajaiban Alam Baru sempat menimbulkan kecaman. Banyak pihak pernah mengingatkan Jero Wacik agar tidak begitu saja memercayai lembaga itu.
Taman Nasional Komodo sebenarnya sudah diakui sebagai warisan alam dunia oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) tahun 1991. Namun, Kembudpar masih belum puas sehingga mengejar pengakuan dari lembaga macam New 7 Wonders Foundation.

Komodo siapa yang punya, komodo siapa yang punya, komodo siapa yang punya, yang punya Indonesia..."

Itulah lagu yang dinyanyikan ratusan siswa sekolah dasar menjelang penutupan voting Pulau Komodo untuk pemenangan sebagai New 7 Wonders di Anjungan Komodo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jumat (11/11).

Semangat untuk terus mendukung Komodo hingga waktu terakhir semakin terasa saat Jusuf Kalla (JK) hadir ke Anjungan Komodo TMII yang disambut arak-arakan boneka komodo raksasa berwarna hijau.

Saat datang JK tanpa basa-basi langsung mengajak semua orang yang hadir untuk mengirimkan voting lewat SMS, "Ayo semua keluarkan handphone dan ketik bersama, lalu kirim, tinggal 30 menit lagi menuju 18.11 WIB," ajak JK.

Pengumuman pemenang New 7 Wonders secara resmi akan diumumkan pukul 02.00 WIB, Sabtu (12/11).

"Ini semua berkat rakyat Indonesia, ini adalah momen yang sulit terjadi dimana semua rakyat bersatu untuk membantu saudara-saudara kita di NTT," pungkasnya. (*/OL-5) 

Metrotvnews.com, Jakarta: Posisi Komodo dalam pemenangan 7 Keajaban Baru Dunia atau New 7 Wonders of Nature, masih tertinggal jauh dari peserta lainnya. Komodo masih membutuhkan banyak dukungan dari masyarakat Indonesia. Meski begitu, Pendukung Pemenangan Komodo membantah jika Komodo dikalahkan kadal air asal Malaysia.

Ketua Pendukung Pemenangan Komodo Emmy Hafilds menyatakan, posisi Komodo memang ketinggalan dari kontestan lain dalam New 7 Wonders of Nature. Namun bukan dari kadal air milik Malaysia. Emmy memastikan kadal air tidak masuk nomine New 7 Wonders. Konteks persaingan Komodo dengan kadal air adalah karena saat ini Pemerintah Malaysia sedang gencar-gencarnya memprososikan kadal air sebagai ikon negaranya. Emmy menilai Malaysia tak mau kalah dengan Indonesia yang sedang mempromosikan Komodo di 7 Wonders.

Karena itu, Emmy meminta dukungan warga Indonesia agar memilih Komodo. Bila tidak, bukan tidak mungkin karena promosi yang gencar, kadal air lebih terkenal di dunia ketimbang Komodo. Saat ini, posisi Komodo masih membutuhkan dukungan mengingat waktu pengumpulan dukungan tinggal 2 pekan lagi. Warga bisa mengirim pesan singkat (SMS) dengan mengetik "KOMODO" dan mengirim ke 9818. Dukungan bisa dilakukan berulang-ulang, apalagi setiap SMS hanya bertarif Rp1.(DSY)

Sumber dari :
http://metrotvnews.com
 http://travel.kompas.com
http://www.mediaindonesia.com
READMORE